Kristinabanana’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Membuat Project di ArcView

Akan saya jelaskan bagaimana caranya membuat project di ArcView

File -> New Projet

Akan didapat Project baru dengan nama Untitled.Apr

1. Click New pada dokumen View

2. Clck tombol add atau dari menu pilih View -> add Theme atau Ctrl-T

3. Browse

4. Buat On thema yang baru dan aktifkan

5. Dari menu View ->Properties, untuk menyatakan map units peta

Map units adalah satuan koordinat ketika peta dibangun, apabila tidak diisi maka skala peta tidak diktahui

Distance units adalah satuan yang ditampilkan saat dilakukan pengukuran

Dari menu View ->Properties, untuk menyatakan map units peta.

July 23, 2008 Posted by kristinabanana | Penggunaan ArcView, SIG/GIS (Geographic's Information System) | | No Comments Yet

Digitasi Peta dengan ArcView

Digitasi adalah proses merubah data analog (peta kertas) ke dalam format digital (peta digital). Ada beberapa tahapan dalam proses digitasi, antara lain:

2. Setelah peta hasil scan (citra) berhasil ditampilkan, tahapan berikutnya adalah mengrektifikasi/ meregister citra. Tujuannya adalah untuk memberikan skala yang benar pada citra dengan jalan memberikan koordinat bumi (koordinat geografi atau UTM) kepada citra. Hal ini berguna untuk keperluan penghitungan jarak dan luas dengan benar. Caranya adalah dengan mengaktifkan extention register and transform dari menu File -> extention -> register and transform tool

Melakukan Register and Transform Tool

Melakukan Register and Transform Tool

Setelah itu

selanjutnya

Meletakkan 4 titik ikat

Meletakkan 4 titik ikat

selanjutnya

Meletakkan 4 titik ikat

Meletakkan 4 titik ikat

3. Gambar (image) dapat digunakan sebagai background untuk mendigitasi layer atau theme sesuai thema dari background.

4. Untuk meregister file gambar (image) yang lain dengan menggunakan tekhnik register image (pada view in) to image (pada view out). Dengan catatan bahwa dua image tersebut mencakup daerah yang sama

5. langkah ke lima

langkah selanjutnya mengisikan ke-4 titik ikat

langkah selanjutnya mengisikan ke-4 titik ikat

6.Simpan koordinat tersebut dengan menekan Write World File. Simpan dengan nama yang sama dengan image yang diregister.

7. Setelah peta hasil scan sudah direktifikasi kemudian mulai mendigit dengan membedakan tiap jenis data yang akan didigit (data titik/point, data garis/line dan data area/polygon). Caranya adalah dengan memilih menu View à New Theme

langkah selanjutnya

8. Khusus untuk mendigit LINE dan POLYGON sebelum mulai menggambar terlebih dahulu diatur Snap Distance-nya, hal ini berguna untuk menyambung garis secara otomatis dalam radius Snap yang dibuat. Caranya yaitu mengaktifkan tombol Snap Distance (di dalam kanvas putih klik kanan tahan kemudian posisikan pada Enable General Snapping), setelah itu akan muncul tombol klik tombol tersebut untuk membuat jarak radius.

9. Setelah itu mulai mendigit kenampakan satu persatu sesuai theme/temanya. Caranya dengan menelusuri (tracking) obyek titik, garis atau poligon. Beberapa fungsi lain seperti pan, zoom out, zoom in, undo, delete last point dsb. Dapat diperoleh dengan jalan klik kanan mouse di dalam kanvas obyek.

10. Menggunakan fasilitas menu Edit pada saat mendigitasi peta terutama pada digitasi dua polygon.

July 23, 2008 Posted by kristinabanana | Penggunaan ArcView, SIG/GIS (Geographic's Information System) | | 2 Comments

Gambaran Sistem GIS saya (Use case, DFD, dll)

1. Gambaran Use Case user

Gambaran use case user dari sistem saya

Gambaran use case user dari sistem saya

2. Gambaran Use Case Admin

Gambaran Use Case Admin sistem yang saya buat

Gambaran Use Case Admin sistem yang saya buat

3. Diagram Berjenjang

Diagram Berjenjang untuk pembuatan sistem

Diagram Berjenjang untuk pembuatan sistem

4. Context Diagram

Context Diagram

Context Diagram

5. Overview Diagram Level 0

Overview Diagram Level 0

Overview Diagram Level 0

July 23, 2008 Posted by kristinabanana | Information Technology, SIG/GIS (Geographic's Information System) | | No Comments Yet

Metode Pusat Gravitasi (Center-Of-Gravity-Method)

1. Metode Pusat Gravitasi ini, merupakan salah satu metode dari disiplin ilmu manajemen operasi untuk menemukan lokasi paling baik sebagai lokasi pendirian pusat distribusi dari beberapa alternatif daerah/toko. Untuk lebih jelasnya dijabarkan lebih detail pada tulisan berikut.

2. Metode ini diterapkan ke dalam bahasa pemograman Avenue untuk menentukan lokasi pendirian posko yang digunakan dalam aplikasi sistem SIG yang saya buat. Yaitu Sistem Informasi Geografi Penentuan Posko Bencana Alam (studi kasus : Kabupaten Bantul)

Metode Pusat Gravitasi ( Center-Of-Gravity Method)

Metode Pusat Gravitasi sebuah teknik matematis yang digunakan untuk menemukan lokasi yang paling baik untuk suatu titik distribusi tunggal yang melayani beberapa toko atau daerah. Metode ini merupakan teknik matematis yang digunakan untuk menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi. Metode ini memperhitungkan jarak lokasi pasar, jumlah barang yang akan dikirim ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman untuk menemukan lokasi terbaik untuk sebuah pusat distribusi. Langkah awal metode pusat gravitasi adalah menempatkan lokasi pada suatu sistem koordinat. Proses ini akan diilustrasikan pada Contoh 1. Titik asal sistem koordinat dan skala yang digunakan keduanya memiliki sifat berubah-ubah, selama jarak relatif(antar lokasi) dinyatakan secara tepat. Hal ini dapat dikerjakan dengan mudah dengan menempatkan titik-titik pada peta biasa. Pusat gravitasi ditentukan dengan persamaan (2-1) dan (2-2):

Koordinat-x pusat gravitasi = Persamaan (2-1)

dixQi

i

Qi

i

Koordinat-y pusat gravitasi = Persamaan (2-2)

diyQi

i

Qi

i

Di mana dix = koordinat-x lokasi i

Di mana diy = koordinat-y lokasi i

Qi = kuantitas barang yang dipindahkan ke atau dari lokasi i

Perhatikan bahwa Persamaan (2-1) dan (2-2) mengandung istilah Qi yang merupakan banyaknya pasokan yang dipindahkan ke atau dari lokasi i.

Karena jumlah kontainer yang dikirim setiap bulan mempengaruhi biaya, maka jarak tidak dapat menjadi satu-satunya kriteria utama. Metode pusat gravitasi mengasumsikan bahwa biaya secara langsung berimbang pada jarak dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan jarak berbobot antara gudang dan toko ecerannya, di mana pembobotan jarak dilakukan sesuai dengan jumlah kontainer yang dikirim.

Contoh 1 :

Perhatikan kasus Quain’s Discount Department Stores, yang merupakan rantai dari empat toko outlet besar sejenis Target. Toko perusahaan ini terletak di Chicago, Pittsburgh, New York dan Atlanta; mereka sekarang dipasok dari sebuah gudang tua yang tidak lagi memadai di Pittsburgh, tempat toko pertama yang dibuka dari rantai tersebut. Data tingkat permintaan setiap outlet ditunjukkan pada Tabel 2.1

Lokasi Toko

Jumlah Kontainer yang Dikirim

Chicago

2.000

Pittsburgh

1.000

New York

1.000

Atalanta

2.000

Tabel 2.1. Permintaan untuk Quain’s Discount Department Stores

Perusahaan telah memutuskan untuk menemukan lokasi “pusat” untuk membangun sebuah gudang baru. Lokasi toko sekarang diperlihatkan pada Gambar 2.1. Sebagai contoh, lokasi 1 adalah chicago, dan dari Tabel 2.1 dan Gambar 2.1, didapatkan:

d1x = 30

d1y = 120

Q1 = 2000

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–>

30

60

90

120

North – South

30

60

90

120

150

Titik asal yang berubah-ubah

Timur Barat

Chicago (30, 120)

Pusat Gravitasi (66,7 . 99,3)

New York (130,130)

PittsBurgh (90, 110)

Atalanta (60,40)

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>

Gambar 2.1. Lokasi Koordinat dari Empat Quain’s Department Stores dan Pusat Gravitasi

Dengan menggunakan data pada tabel 2.1 dan Gambar 2.1 untuk setiap kota, dalam Persamaan (2-1) dan (2-2) didapatkan koordinat pusat gravitasi:

Koordinat-x pusat gravitasi =

(30)(2.000)+(90)(1.000)+(130)(1.000)+(60)(2.000)

400.000

2.000 + 1.000 + 1.000 + 2.000

=

6.000

=

66,7

Koordinat-y pusat gravitasi =

(120)(2.000)+(110)(1.000)+(130)(1.000)+(40)(2.000)

560.000

2.000 + 1.000 + 1.000 + 2.000

=

6.000

=

93,3

Lokasi (66,7 , 93,3) ini ditunjukkan dengan tanda bulat abu-abu dalam Gambar 2.1. Dengan melapisi gambar ini dengan peta Amerika maka ditemukan lokasi ini di bagian tengah negara bagian Ohio. Perusahaan dapat mempertimbangkan Columbus, Ohio, atau kota yang berada disekitarnya sebagai lokasi yang tepat untuk dijadikan sebagai gudang baru.

July 22, 2008 Posted by kristinabanana | SIG/GIS (Geographic's Information System) | | 1 Comment

SIG/GIS (Geographic’s Information Systems)

  1. Untuk Informasi lebih lanjut jika pembaca berminat membuat Aplikasi Sistem Informasi Geografi atau mau belajar mengenai software ArcView maupun bahasa pemograman Avenue dapat melihat di halaman Profil dan Job Description untuk menghubungi saya. Jika ingin memberikan masukan atau menanyakan sesuatu mengenai SIG/GIS bisa langsung dengan meninggalkan comment.

2. SIG (Sistem Informasi Geografi) / GIS (Geographic’s Information Systems)

a. Pengantar SIG (Sistem Informasi Geografis)

    • Konsep Dasar SIG

Data yang merepresentasikan dunia nyata (real world) dapat disimpan, dimanipulasi, diproses, dan direpresentasikan dalam bentuk yang lebih sederhana dengan layer-layer tematik yang direlasikan dengan lokasi-lokasi geografi di permukaan bumi. Hasilnya dipergunakan untuk pemecahan banyak masalah-masalah dunia nyata seperti dalam perencanaan dan pengambilan keputusan menyangkut data kebumian

    • Pengantar SIG

Merupakan suatu sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa, dan menghasilkan data yang mempunyai referensi geografis atau lazim disebut data geospatial, yang berfungsi sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainya.

ESRI (Environment System Research Institute), 1990, mendefinisikan SIG sebagai suatu sistem yang terorganisir dan terdiri atas perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, meng-update, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografi

b. Referensi mengenai SIG

· Prahasta, Eddy. 2005. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS : Tutorial ArcView. Cetakan Ketiga. Bandung: Penerbit INFORMATIKA Bandung.

· Prahasta, Ir., MT., Eddy. 2004. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS : ArcView Lanjut. Pemograman Bahasa Script Avenue Edisi Revisi. Cetakan Kedua. Bandung: Penerbit INFORMATIKA Bandung.

· Situs : http://www.esri.com/software/arcview/ekstension/dialog, http://www.sandia.gov/gis/tech/avcus.htm, http://gis.esri.com/library/userconf/proc00/profesional/papers/p656.htm, http://www.gisdata.hr/program/sde.html, www.cnr.berkeley.edu/~alyons/word_dde.html, http://gislounge.com/features/aa051700.shtml, http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1002/15/otokir/otorule.htm, http://geocities.com/ResearchTriangle/Thinktank/5747/standart.html.

c. Penggunaan ArcView sebagai Tools

Untuk melihat artikel mengenai Penggunaan ArcView sebagai tools, silahkan lihat di Categories Penggunaan ArcView

d. Pemrograman di dalam Software ArcView yang dikenal sebagai Avenue

    • Pengenalan Script Avenue

Avenue merupakan bahasa pemrogaman yang hadir bersama dengan (terintegrasi dengan paket standart) ArcView. Bahasa pemograman script ini merupakan sarana atau tool yang efektif dan efisien yang dapat digunakan untuk mengcustomize dan mengembangkan aplikasi-aplikasi yang dibuat dengan perangkat SIG ArcView.

    • Bahasa Pemograman Avenue

Pernyataan yang terdapat di dalam baris-baris kode script avenue mengandung (terdiri dari) objects dan request. Pernyataan tersebut dapat dituliskan dengan notasi sebagai berikut “NamaObjek.NamaRequest”. dan sebagai contoh nyata di dalam script avenue adalah:

objView.Print

Dari contoh di atas, terlihat bahwa requests yang dikirimkan terhadap suatu objek, di dalam baris-baris kode script avenue, dituliskan tepat setelah penulisan nama objek yang bersangkutan beserta titik di depannya. Selain tanpa parameter seperti contoh di atas, request dapat memiliki beberapa parameter yang terkadang disebut juga argumen seperti contoh penulisan baris-baris kode “NamaObjek.NamaRequest (NamaArgumen)”. Dan sebagai contoh nyata di dalam script avenue adalah:

objProject.FindDoc(“Bandung”)

Hasil dari sebuah request yang dilakukan terhadap suatu objek adalah sebuah objek lain (returned object). Dan, di dalam baris-baris kode pernyataan penugasan (assignment) script avenue, digunakan sebuah variabel untuk menyimpan returned object ini. Berikut ini adalah contoh notasinya: “NamaReturnedObjek=NamaObjek.NamaRequest(NamaArgumen)”. Sementara itu, contoh baris-baris kode script avenuenya adalah sebagai berikut:

objProject=av.GetProject

objView=objProject.FindDoc(“Bandung”)

e. Contoh Gambaran Aplikasi SIG di dalam sistem

Tampilan Awal Aplikasi SIG yang saya buat

Tampilan Awal Aplikasi SIG yang saya buat

Tampilan aplikasi Sistem Informasi Geografi di atas merupakan sistem yang terbagi dua hak akses antara administrator dengan user. Dengan hak akses administrator maka administrator berhak untuk melakukan proses insert, update, delete terhadap data-data yang ada. Sedangkan dengan hak akses user, maka user diberikan fasilitas untuk melihat data dan dilengkapi fasilitas pencarian terhadap data yang diinginkan untuk memudahkan user. Aplikasi SIG yang dibuat ini masih bisa dikembangkan lebih lanjut dengan berbasis web maupun dikoneksikan dengan aplikasi lainnya seperti flash.

Aplikasi di sistem ini merupakan gabungan 2 program dimana program di dalam software Arcview bertindak sebagai aplikasi server dan program dengan menggunakan software Visual Basic 6.0 dan database Ms. Access 2003 bertindak sebagai aplikasi Client. Selain sebagai aplikasi Client program aplikasi Visual Basic 6.0 dengan Ms. Access dapat bertindak sebagai database eksternal untuk menangani data-data dalam jumlah besar. Karena database yang tersimpan di ArcView sebaiknya hanya yang berkaitan dengan data peta dan tidak perlu memaksakan data-data lain/attribut.

Salah satu menu berupa tampilan letak posko :

Peta Lokasi Posko pada Kab.Bantul

Peta Lokasi Posko pada Kab.Bantul

Gambaran script untuk mendapatkan nilai koordinat titik-titik kelurahan tersebut :

‘Menuliskan kordinat-koordinat unsur-unsur Titik ke dalam file teks

objNamaFile=”F:/sigBantul/KoordinatKelurahan.txt”.AsFileName

objOpenFile=LineFile.Make(objNamaFile, #FILE_PERM_WRITE)

objDataLetakPosko=SrcName.Make(“F:/sigBantul/shapefile/Kelurahan.shp”)

objThemeLetakPosko=Theme.Make(objDataLetakPosko)

objFTabLetakPosko=objThemeLetakPosko.GetFTab

objFieldShape=objFTabLetakPosko.FindField(“Shape”)

objFieldId=objFTabLetakPosko.FindField(“Id”)

objFieldNama=objFTabLetakPosko.FindField(“Kelurahan”)

for each idx in objFTabLetakPosko

objtitik=objFTabLetakPosko.ReturnValue(objFieldShape, idx)

Absis=objTitik.GetX ‘absis unsur titik theme

Ordinat=objTitik.GetY ‘ordinat unsur titik theme

Id=objFTabLetakPosko.ReturnValue(objFieldId, idx)

Nama=objFTabLetakPosko.ReturnValue(objFieldNama, idx).trim ‘langsung di trim

objRec=Id.AsString+”, “+Absis.AsString+”, “+ Ordinat.AsString+”, “+Nama

objOpenFile.WriteElt(objRec)

end ‘akhir FOR

objOpenFile.close

MsgBox.Info(“Tugas telah selesai!”,”Menuliskan koordinat Unsur”)

July 16, 2008 Posted by kristinabanana | Information Technology, SIG/GIS (Geographic's Information System) | | 2 Comments

Web Programming

Web Programming

1. Pengenalan HTML

Hypertext Markup Language (HTML) adalah bahasa yang digunakan untuk menulis halaman web. HTML merupakan pengembangan dari standart pemformatan dokumen teks yaitu Standart Generalized Markup Language (SGML). HTML sebenarnya adalah dokumen ASCII atau teks biasa, yang dirancang untuk tidak tergantung pada suatu sistem operasi tertentu.

Dasar-Dasar HTML

HTML bukanlah sebuah bahasa pemograman, melainkan hanya berisi perintah-perintah yang telah terstruktur berupa tag-tag penyusun.

Mendesain HTML dapat dilakukan dengan 2 cara :

  1. Menggunakan HTML editor seperti Microsoft Front Page Editor, Netscape Composer, Macromedia Backstage, Adobe Pagemill, HomeSite Pro, dll.
  2. Dengan cara menuliskan sendiri secara manual satu persatu tag-tag HTML ke dalam dokumen HTML.

Cara kedua adalah dasar dari segala bentuk HTML yang sebaiknya dipelajari sebagai pemula.

Struktur Dokumen HTML

HTML terdiri dari 2 bagian Header dan Body. Sruktur HTML diapit oleh tag awal <HTML> dan tag akhir </HTML>. Standar penulisannya adalah :

<HTML>

<HEAD>

Deskripsi dokumen

</HEAD>

<BODY>

Isi dokumen

</BODY>

</HTML>

CONTOH :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Coba web pertama saya ! </TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Testing, pembuatan halaman web saya yang pertama !!

</BODY>

</HTML>

July 16, 2008 Posted by kristinabanana | Information Technology | | No Comments Yet

Cinta Tanpa Syarat

Pernah salah satu teman gereja menjadi pembicara dalam persekutuan doa memberi tema “Cinta Tanpa Syarat”. Dia memberikan bahan perenungan akan hal itu, dan mengatakan bahwa dia pernah menanyakan kepada teman-teman kantornya baik pria maupun wanita, apakah ada cinta tanpa syarat…?

“Bisakah kita mencintai pasangan kita, tanpa mengharapkan sesuatu sebagai balasannya..?”
Yang dimaksud balasan, misalnya pasangan kita lebih menyayanngi kita, lebih sabar kepada kita, dsb. Dan teman gereja saya itu mengatakan bahwa, semua teman kantornya mengatakan mereka tidak bisa mencintai pasangannya secara 100% tanpa mengharapkan apa-apa. Dan pada saat di persekutuan dia juga menanyakan kepada beberapa teman-teman yang hadir pada persekutuan, “bisakah kita mencintai pasangan kita tanpa mengharapkan apa-apa dari pasangan kita..?” Dan sama seperti jawaban yang dia dapatkan dari teman-teman kantornya, jawaban dari teman-teman persekutuanpun juga menyatakan sulit untuk mencintai pasangan kita tanpa mengharapkan apa-apa sebagai balasannya.

Saya tidak mengatakannya pada waktu di persekutuan, tapi di dalam hati saya berkata bahwa “bisa saja mencintai pasangan kita tanpa syarat, tanpa menngharapkan apa-apa”. Karena saya melihat bukti nyatanya dari seseorang. Orang ini seorang ibu yang memiliki 3 orang anak. SUaminya menderita stroke, akibat pendarahan otak sebelah kanannya sehingga tubuh sebelah kirinya lumpuh. Sosok suami ini akibat stroke yang ia derita sehingga ia hanya bisa terbaring di atas tempat tidur selama 3 tahun. Sebagai seorang suami dan ayah yang biasa bekerja berangkat ke kantor, dan beraktifitas tentu sangat frustasi bagi dia ketika ia mendapati dirinya tidak dapat berbuat apa-apa. Sehingga kadangkala ia marah dan menangis seperti layaknya anak kecil. Sang isteri ini setiap hari selama 3 tahun memandikan suaminya yang lumpuh, dan ada kalanya sang suami berteriak, marah karena sakitnya dan melampiaskan ke isterinya. Tapi sang isteri ini tidak pernah sekalipun mutung dan tetap setiap hari selama 3 tahun memandikan suaminya menyuapi makan, dan minum, mendoakan Bapa Kami, dan membacakan Alkitab untuk suaminya.

Apakah hal di atas merupakan perwujudan cinta tanpa syarat…? Menurut saya ya, karena apalagi yang bisa diharapkan dari sang isteri kepada suaminya, karena suaminya sudah tidak memberikan nafkah lagi, dan tugas kepala rumah tangga diambil alih sang isteri karena dia yang mencari nafkah. Bagi anaknya dulu memang tugas seorang isteri untuk merawat suaminya ketika suaminya sakit. Dan memang tugas seorang ibu untuk menjaga anak-anaknya. Sampai suatu kejadian, dia mendengar salah satu tetangga mengatakan kalau dia menjadi isterinya dah ditinggal suaminya itu. Dan dia juga melihat di berita adanya seorang isteri yang meninggalkan suaminya yang sakit, dan anak-anaknya. Anak itu tahu bahwa ibunya bisa saja mengambil keputusan itu, jalan mudah meninggalkan semuanya dan hidup sendiri, toh dia wanita mandiri yang punya pekerjaan, dan bisa menghasilkan. Tapi ibunya alias sang isteri tadi itu benar-benar memiliki iman yang begitu kuat akan Yesus, dan ketulusan dalam cintanya sehingga dia bisa benar-benar menghayati kan sumpah yang dia buat di hadapan Tuhan “baik dalam keadaan senang maupun susah, baik dalam keadaan sehat maupun sakit…” Dan sang isteri itu terus mendampingi suaminya hingga Tuhan memanggilnya.

Apakah … bisa mencintai seseorang
dengan ketulusan seperti itu……

June 14, 2008 Posted by kristinabanana | Inspirasi | | 1 Comment

Jawaban Tuhan

Tuhan Memberikan Jawaban

Mengenai pergumulanku akan pelayanan yang telah kulakukan, kudapati ternyata kasih Tuhan begitu besar buatku. Karena Dia langsung menjawab pergumulanku yang kurasakan kemaren-kemaren, tentang sulitnya
berhubungan dengan teman-teman gereja, dan bahwa apa yang kulakukan selama ini tidak akan
menjadi berkat karena aku melakukannya dengan perasaan kesal, dan tidak tulus.

Aku tidak pernah menyangka Tuhan akan menjawabku dengan begitu cepatnya, dan aku berterimaksih
karenanya. Jawaban ini aku dapatkan pada waktu aku mendengarkan siaran salah satu radio lokal
yang membicarakan ayat dari Ibrani 11:32-34, dan pembicaranya mengatakan bahwa karena iman
akan membuat kita lebih dari pemenang. Kemudian aku melihat Ayat dari Ibrani 12 tentang
” Nasihat Supaya Bertekun Dalam Iman “.

Entah … bagaimana mengungkapkannya..
Mungkin: – Menguatkanku
- Mengingatkanku kembali.. mungkin seperti itu

Aku bahkan tidak dapat memberikan ayat tertentu secara khusus, karena keseluruhan Ibrani 12
buat saya merupakan keseluruhan ayat yang utuh, yang telah diberikan oleh Tuhan.

June 13, 2008 Posted by kristinabanana | Inspirasi | | No Comments Yet

How I Feel Right Now…

Akhir-akhir ini aku ngerasa pelayanan yang aku jalani bisa tidak menjadi berkat lagi. Aku ngerasa orang-orang yang sudah senior di Gereja sukanya nyuruh-nyuruh terus. Apalagi setelah aku selesai pendadaran yang ada mereka semakin menyuruh. Kata temenku yang juga pelayanan, tapi di gereja berbeda, dulu dia sempet ngerasa seperti itu. Katanya “Udah gak dibayar… disuruh-suruh terus….”, dan dia ngerasa dimanfaatkan… Tapi itu dulu… sampai dia ngerasa.. itu semua cuma latihan untuk membuat dia lebih kuat. Karena dengan bertahan dia tidak menyesalinya..dan sekarang dia merasakan banyak berkat dari hal itu.

Aku ngerasa ini cara Tuhan mendidikku ‘bahwa setiap orang yang melayani memang harus memanggul salibnya masing-masing’. Dulu dengan angkuhnya aku ngerasa bahwa melayani Tuhan itu mudah, ternyata semakin lama aku melayani, aku mulai merasakan konflik batin dengan orang-orang satu pelayanan, maupun teman-teman gereja yang aku kenal.

Beberapa hal yang kuduga bahwa setiap orang gereja itu baik ternyata tidak bisa seperti itu, karena hidup bersama dalam gereja kita tetap harus hati-hati dalam memilih teman jangan sampai orang yang kita percaya justru bercerita ke orang-orang lain dan membuat kita jadi bahan olokan. Dan hal ini juga pernah dirasakan oleh temenku yang juga pelayanan, maupun temen kuliahku yang aktif pelayanan di lingkungan kerohanian kampus. Kami sama-sama merasa bahwa orang gereja itu sudah pasti baiknya, tapi kita melupakan satu hal bahwa mereka juga manusia sama seperti kita yang masih memiliki sifat-sifat manusia, dan itu termasuk sifat baik dan buruk.

Dengan banyaknya masukan dari temen-temen kuliahku yang juga pelayanan aku belajar bahwa aku harus bersabar, dan juga bertahan. Aku pasti bisa melewati ini semua…

Dan sebelum aku mengeluhkan segala sesuatunya justru aku akan memberikan senyuman terbaikku kepada semua, dari pada merasa kesel dan jengkel, aku akan menunjukkan semangatku dalam melayani. Karena aku sampai di pelayananku saat ini bermula dari keinginanku untuk melayani Tuhan. Jadi bersemangatlah diriku sendiri… Kamu pasti bisa… Semangat…Semangat..

June 10, 2008 Posted by kristinabanana | Inspirasi | | 4 Comments

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

June 3, 2008 Posted by kristinabanana | Inspirasi | | 1 Comment